<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" >

<channel><title><![CDATA[I J A B I - Persatuan Islam]]></title><link><![CDATA[https://www.ijabi.or.id/persatuan-islam]]></link><description><![CDATA[Persatuan Islam]]></description><pubDate>Sat, 24 May 2025 06:09:00 +0700</pubDate><generator>Weebly</generator><item><title><![CDATA[NU Menegaskan Syiah Tidak Sesat]]></title><link><![CDATA[https://www.ijabi.or.id/persatuan-islam/nu-menegaskan-syiah-tidak-sesat]]></link><comments><![CDATA[https://www.ijabi.or.id/persatuan-islam/nu-menegaskan-syiah-tidak-sesat#comments]]></comments><pubDate>Sat, 04 Jan 2014 14:18:41 GMT</pubDate><category><![CDATA[pandangan sunnah]]></category><guid isPermaLink="false">https://www.ijabi.or.id/persatuan-islam/nu-menegaskan-syiah-tidak-sesat</guid><description><![CDATA[ Jakarta, Tempo. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengatakan ajaran syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni. &ldquo;Di universitas Islam mana pun tidak ada yang mengangap syiah sesat,&rdquo; katanya saat dihubungi Tempo Kamis malam 26 Januari 2012. Said merujuk pada kurikulum pendidikan pada almamaternya Universitas Umm Al Quro di Arab Saudi yang dikenal sebagai pusat Wahabi yang keras. &ldquo;Wahabi yang keras saja menggolongkan Syiah bukan sesa [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a><img src="https://www.ijabi.or.id/uploads/1/3/8/6/13868877/200348042.jpg?134" style="margin-top: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 15px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><span style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -0px; margin-bottom: 0px; text-align: center;" class="wsite-caption"></span></span> <div class="paragraph" style="text-align:justify;display:block;">Jakarta, Tempo. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengatakan ajaran syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni. &ldquo;Di universitas Islam mana pun tidak ada yang mengangap syiah sesat,&rdquo; katanya saat dihubungi Tempo Kamis malam 26 Januari 2012. Said merujuk pada kurikulum pendidikan pada almamaternya Universitas Umm Al Quro di Arab Saudi yang dikenal sebagai pusat Wahabi yang keras. &ldquo;Wahabi yang keras saja menggolongkan Syiah bukan sesat,&rdquo; ujarnya.</div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:justify;">Oleh karena itu Said heran dengan pernyataan Menteri Agama yang menilai syiah adalah ajaran sesat. Dalam kurikulum Al Firqoh Al Islamiyah ajaran Khawarij, Jabbariyah, Muktazilah, dan Syiah masih dinilai sebagai Islam. &ldquo;Ulama Sunni seberi Ibnu Khazm menilai Syaih itu Islam,&rdquo; katanya.<br /><br />Meski Syiah dan Sunni berbeda, lanjut Said, umat Islam tidak perlu mempertajam perbedaan. &ldquo;Dalam Sunni saja banyak perbedaan yang tajam, misalnya penganut Imam Syafii dan Hanafi, itu saja berbeda tajam, apalagi Syiah,&rdquo; katanya. Fatwa NU mengenai Syaih, Said menambahkan, pernah dikeluarkan pada 2006 yang menyebutkan Syiah bukan aliran yang sesat. &ldquo;NU tidak pernah keras,&rdquo; ujarnya.<br /><br />Menanggapi pernyataan Suryadarma yang juga kader Nahdlatul Ulama, Said menilai hal itu tidak pantas disampaikan. &ldquo;Yang dikedepankan harusnya ukhuwah dan toleransi,&rdquo; katanya. Said berharap Suryadarma Ali meminta maaf atas pernyataannya itu. &ldquo;Saya setuju dengan permintaan maaf itu,&rdquo; katanya. Said menilai permintaan maaf Suryadarma Ali bertujuan untuk menguatkan persatuan bangsa.<br /><br />(Sumber:&nbsp;<a href="http://www.tempo.co/hg/kesra/2012/01/27/brk,20120127-379960,id.html" style="">http://www.tempo.co/hg/kesra/2012/01/27/brk,20120127-379960,id.html</a>, tanggal 30 Januari 2012, jam 7:58)&nbsp;<br /></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Muhammadiyah Keberatan Jika Syiah Disebut Sesat]]></title><link><![CDATA[https://www.ijabi.or.id/persatuan-islam/muhammadiyah-keberatan-jika-syiah-disebut-sesat]]></link><comments><![CDATA[https://www.ijabi.or.id/persatuan-islam/muhammadiyah-keberatan-jika-syiah-disebut-sesat#comments]]></comments><pubDate>Sat, 04 Jan 2014 12:51:24 GMT</pubDate><category><![CDATA[pandangan sunnah]]></category><guid isPermaLink="false">https://www.ijabi.or.id/persatuan-islam/muhammadiyah-keberatan-jika-syiah-disebut-sesat</guid><description><![CDATA[ JAKARTA, KOMPAS.com&nbsp;&mdash; Pengurus Pusat Muhammadiyah menegaskan keberatannya atas&nbsp;fatwa sesat Syiah yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin mengatakan, fatwa tersebut justru akan memicu tindakan intoleransi yang tidak sesuai dengan semangat Islam. &nbsp;       "Atas dasar apa MUI Jatim mengeluarkan fatwa itu? Baik Sunni maupun Syiah adalah sama-sama Muslim karena masih berada di lingkaran syahadat. Menurut kami, yan [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a><img src="https://www.ijabi.or.id/uploads/1/3/8/6/13868877/232475280.jpeg?210" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><span style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -10px; margin-bottom: 10px; text-align: center;" class="wsite-caption"></span></span> <div class="paragraph" style="text-align:justify;display:block;"><strong style="">JAKARTA, KOMPAS.com</strong>&nbsp;&mdash; Pengurus Pusat Muhammadiyah menegaskan keberatannya atas&nbsp;<a href="http://nasional.kompas.com/read/2012/09/03/15355642/MUI.Jatim.Kalau.Syiah.Masih.Ada.Tetap.Ada.Konflik." style="">fatwa sesat Syiah yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur</a>. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin mengatakan, fatwa tersebut justru akan memicu tindakan intoleransi yang tidak sesuai dengan semangat Islam. &nbsp;</div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:justify;">"Atas dasar apa MUI Jatim mengeluarkan fatwa itu? Baik Sunni maupun Syiah adalah sama-sama Muslim karena masih berada di lingkaran syahadat. Menurut kami, yang mempercayai syahadat itu otomatis Islam, apa pun mazhabnya," ujar Din, di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (6/9/2012) malam.<br /><br />Menurutnya, baik Syiah maupun Sunni pasti mempunyai keunggulan dan kekurangan. Kedua hal itu, lanjutnya, harus disikapi dengan mengedepankan rasa saling menghargai dan toleransi satu sama lain. Kemunculan dua mazhab itu, kata Din, setelah Nabi Muhammad SAW sehingga dapat dipandang sebagai pandangan kritis dalam memaknai Islam. Oleh karena itu, menurutnya, hal itu tidak perlu dipertentangkan.&nbsp;&nbsp;<br /><br />"Hal yang perlu diingat adalah bagimu pendapatmu dan bagiku pendapatku, mari kita bertoleransi," kata Din.&nbsp;<br /><br />Ia pun berharap&nbsp;<a href="http://nasional.kompas.com/read/2012/08/31/2224111/Pemerintah.Diminta.Upayakan.Pencabutan.Fatwa.Sesat.Syiah" style="" title="">fatwa tersebut dapat dicabut</a>.<br /><br />Sebelumnya, MUI Jatim tetap pada pendirian&nbsp;<a href="http://nasional.kompas.com/read/2012/09/03/15355642/MUI.Jatim.Kalau.Syiah.Masih.Ada.Tetap.Ada.Konflik." style="" title="">tidak akan mencabut fatwa sesat Syiah</a>&nbsp;dengan nomor keputusan 01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang kesesatan ajaran Syiah di Indonesia. Alasannya, fatwa itu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ajaran Syiah. MUI Jatim berdalih fatwa tersebut sebenarnya untuk memperkuat fatwa MUI Pusat tahun 1984. Dalam fatwa itu, MUI menegaskan agar masyarakat mewaspadai aliran Syiah.&nbsp;<br /><br />MUI Jatim turut berpendapat, seorang presiden pun tidak memiliki kuasa mencabut fatwa kesesatan Syiah.<br /><br />"Bahkan Presiden pun tidak bisa mencabut fatwa kesesatan Syiah," tegas Sekretaris MUI Jawa Timur, M Yunus, Kamis (6/9/2012).<br /><br />Catatan: sumber diakses tanggal 4 Januari 2014 jam 20.00 dari <a href="http://nasional.kompas.com/read/2012/09/07/09330267/Din.Muhammadiyah.Keberatan.Fatwa.Sesat.Syiah">Kompas Online</a>.<br /><br /></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Deklarasi Persatuan IJABI]]></title><link><![CDATA[https://www.ijabi.or.id/persatuan-islam/deklarasi-persatuan-ijabi]]></link><comments><![CDATA[https://www.ijabi.or.id/persatuan-islam/deklarasi-persatuan-ijabi#comments]]></comments><pubDate>Thu, 02 Jan 2014 07:33:37 GMT</pubDate><category><![CDATA[pandangan ijabi]]></category><category><![CDATA[pandangan syiah]]></category><guid isPermaLink="false">https://www.ijabi.or.id/persatuan-islam/deklarasi-persatuan-ijabi</guid><description><![CDATA[ Reformasi telah memberikan peluang bagi kita untuk menyatakan keberadaan diri kita tanpa rasa takut dan rasa bersalah. Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) adalah bagian dari warga bangsa Indonesia yang hadir untuk memberikan kontribusi yang berharga bagi kemajuan bangsa dan negara.       Kekuatan Bangsa Indonesia terletak pada kekuatan Umat Islamnya. Bila Umat Islam bersatu, kuatlah bangsa. Tapi bila mereka tercerai berai, bangsa berada dalam jurang kehancuranKarena itu, demi menegakkan a [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a><img src="https://www.ijabi.or.id/uploads/1/3/8/6/13868877/684385704.jpg?181" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><span style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -10px; margin-bottom: 10px; text-align: center;" class="wsite-caption"></span></span> <div class="paragraph" style="text-align:left;display:block;">Reformasi telah memberikan peluang bagi kita untuk menyatakan keberadaan diri kita tanpa rasa takut dan rasa bersalah. Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) adalah bagian dari warga bangsa Indonesia yang hadir untuk memberikan kontribusi yang berharga bagi kemajuan bangsa dan negara.</div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:justify;">Kekuatan Bangsa Indonesia terletak pada kekuatan Umat Islamnya. Bila Umat Islam bersatu, kuatlah bangsa. Tapi bila mereka tercerai berai, bangsa berada dalam jurang kehancuran<br /><br />Karena itu, demi menegakkan amanat Ilahi:&nbsp;<strong style="">&ldquo;<em style="">Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah di antara saudaramu dan takutlah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat kasih-sayangNya.&rdquo;</em>,</strong>&nbsp; dan demi menyambut seruan Rasulullah saw pada haji wada&rsquo;:&nbsp;<strong style="">&ldquo;<em style="">Janganlah kamu kafir kembali dengan saling membunuh di antara sesama kamu. Jadilah semua hamba Allah itu bersaudara</em>,&rdquo;</strong>dengan ini, kami menyatakan bahwa :<br /><br /><ul style=""><li style="">Kami adalah anak bangsa yang lahir dari rahim bumi pertiwi. Kami menjunjung tinggi Pancasila sebagai satu-satunya azas kehidupan berbangsa dan bernegara.<br /></li><li style="">Kami bertekad berada di garis terdepan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari rongrongan mereka yang hendak meruntuhkannya dengan terang-terangan maupun diam-diam.<br /></li><li style="">Kami menghargai keragaman sosial budaya dan agama, seperti amanat UUD 1945. Sebagai anak bangsa yang ingin hidup damai, kami menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.<br /></li><li style="">Kami menolak penyebaran permusuhan di antara sesama anak bangsa dengan dalih apapun, dan akan terus melawan setiap upaya memecah belah persatuan ummah yang dapat melemahkan persatuan bangsa<br /></li></ul><br />Untuk mewujudkan tekad itu, kami akan terus memperkuat diri sembari membangun aliansi strategis dengan segenap elemen bangsa untuk melaksanakan misi persatuan bagi ummah dan bangsa.<br /><br />Semoga Allah yang Mahakasih menjaga kita dengan mataNya yang tidak pernah tidur,&nbsp; melindungi kita dalam bentengNya yang tidak pernah hancur, mengasihi kita dengan kekuasaanNya. Dialah satu-satunya Harapan kita!<br /><br />Bandung,&nbsp;10 Muharram 1435 H/14 November 2013 M<br />Pengurus Pusat<br />Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia<br />( PP IJABI )</div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class='wsite-multicol-table-wrap' style='margin:0 -15px'> <table class='wsite-multicol-table'> <tbody class='wsite-multicol-tbody'> <tr class='wsite-multicol-tr'> <td class='wsite-multicol-col' style='width:50%;padding:0 15px'>  <div class="paragraph" style="text-align:left;">ttd, &nbsp;<br /><br /><strong style="">KH DR Jalaluddin Rakhmat, M.Sc</strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Ketua Dewan Syura &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br /></div>  </td> <td class='wsite-multicol-col' style='width:50%;padding:0 15px'>  <div class="paragraph" style="text-align:left;">ttd,<br /><br /><strong style="">Syamsuddin Baharuddin</strong><br />Ketua Umum Tanfidizyah<strong style="">&nbsp;</strong></div>  </td> </tr> </tbody> </table> </div></div></div>  <div class="paragraph">Catatan: <em>Disampaikan pada peringatan Asyura 10 Muharram 1435H.&nbsp;<span style="text-align: justify;">Peringatan Nasional Asyura 1435H yang diadakan IJABI tanggal 14 Nopember di Bandung mendapatkan tantangan terbesar sepanjang sejarah IJABI. Kelompok takfiri dan non toleran menghalangi acara tersebut sehingga tempat acara dipindahkan. Karena keprihatinan ini, PP IJABI membacakan Deklarasi Persatuan di Aula Muthahhari, Bandung, sesaat sebelum acara majelis duka tersebut.</span></em></div>]]></content:encoded></item></channel></rss>